3.04.2011

Menyesal Jadi Jamaah Manaqib.............

sedikit berbagi pengalaman yang mudah-mudahan bisa kita ambil hikmahnya,semua bermula dari pernikahanku dengan seorang perempuan yang kemudian sekarang menjadi istriku,karena aku sudah mengenal istriku dan keluarganya lama alhamdulilah ibu mertuaku ternyata benar seorang yang taat beragama.

saat sebelum menikah atau pada masa pacaran ( maaf saya tidak menghalalkan pacaran,untuk yang belum menikah nanti aja pacarannya kalau sudah syah mau di bolak-balik,,ke...di apain..ke...terserah..hehhehe),pada saat itu di wilayah karawang sekitar tahun 2002 atau 2003 an khususnya di rengasdengklok sedang ramainya kata orang-orang ada seorang kiayi dari bekasi yang konon katanya jemaahnya banyak nyentrik pula,namanya kiyai romo. ada yang bilang setiap kali berdoa banyak yang menangis,dan katanya mustazab doanya,walaupun banyak  pro kontranya.singkat cerita hati kecil ini  penasaran dan ingin menghadiri pengajianya bener tidak omongan orang itu.dan ahirnya saya mengajak pacar saya untuk hadir,setali tiga uang dia bilang ibu nya juga jemaahnya kiyai romo,akhirnya pergilah ke lokasi pengajian setelah sampai muter-muter kurang lebih hampir setengah jam dan alhamdulilah saya tidak bisa masuk karena lokasi nya sempit akhirnya saya pun pulang dalam hati berkata subhanallah banyak sekali jemaahnya.

setelah saya berkeluarga dan tinggal bersama mertua,saya meperhatikan ibu mertua saya yang rajin beribadah,rajin mengikuti pengajian ( maaf bukan saya menyombongkan ibu mertua saya) bahkan tidak kenal lelah walaupun dia mencari nafkah sendiri untuk membiayai anak-anaknya tapi yang membuat heran saya melihat ketenangan jiwanya dalam menghadapi segala macam cobaan berat dalm kehidupanya,pagi sampai siang bekerja,sore ngaji,malamnya ke pengajian lagi.
ABAH KH JUNAEDI ALBAGHDADI dan HJ EPON


ada satu hal cita-cita ibu mertua saya saat itu ialah pergi ke tanah suci,meskipun dengan sedikit kekurang yakinan saya apakah bisa ibu mertua ku yang hanya mencari nafkah dengan jalan meng-kreditkan barang-barang dipasar,dengan membiayai kebutuhan rumah tangga sendiri,membiayai anak yang sekolah,saat itu istri saya masih sma,dan kakaknya masih sma,adiknya yang satu sd,yang satu smp apakah bisa......????

akhirnya pertanyaan saya terjawab sudah alhamdulilah ibu saya jadi berangkat ke tanah suci dan bergelar hajah,akhirnya mulai banyak keingin tahuan saya kepada ibu saya kebetulan saya juga berwira usaha tentang bagaimana bisa menghadapi segala masalah dengan tenang??,mempunyai guru siapa??,mencari syareat untuk mencari napkah agar barokah ke mana??( hakekatnya tiada lain hanya kepada ALLAH,wasilahnya ke siapa?itu yg saya maksud)...dan lain sebagainya,dan ibu saya menjawab untuk semua pertanyaan saya hanya dengan beberapa buah kata "ibu hanya yakin kepada ALLAH,dan ngaji bareng Abah KH Junaedi Albaghdadi".
dan setiap kali pertanyaan itu saya ulang-ulang jawabanya tetap sama.

beberapa tahun kemudian alhamdulilah setelah saya di karunia seorang putri,istri saya memberi saya pandangan bagaimana kalau saya ikut ngaji bersama ibunya,dia berkata "mungkin inilah yang selama ini AA (panggilan kepada saya) cari" tapi dia tahu karakter saya,saya orang nya pemilih dan tidak mudah terpengaruh,saya pun menjawab :" kalau sudah hati ini tergerak,dan dengan seizin ALLAH SWT,, AA akan ikut ngaji,jika merasa cocok akan di lanjutkan jika tidak mungkin sebaliknya"

akhirnya saat itu pun tiba saya pun ikut menghadiri pengajian malam seninan di pondok pesantren barokatul qodiri,cibitung bekasi bersama ibu saya untuk yang pertama kalinya,kebetulan saat itu habis turun hujan jalan pun becek,dan kesan pertama sungguh   di luar dugaan subhanallah jemaah yang datang sungguh luar biasa banyak,dan rela basah-basahan dan becek-becekan,mungkin ini salah satunya yang di katakan ibu mertua saya bahwa jamaah manaqib itu luar biasa.tausiah demi tausiah saya ikuti dzikir dan doa saya ikuti dengan dengan khusuk,dan saat berdzikir tak terasa air mata ini mengalir dan semakin deras saat sang kiayi berdoa teringat semua dosa merasa sangat-sangat kecil di hadapan ALLAH,mulai terbuka mata hati saya, tentang arti kehidupan,tentang arti keyakinan,tentang arti keimanan.

ternyata apa yang istri saya sampaikan benar adanya,inilah yang saya cari selama ini,dan saya pun mendapatkan apa yang saya inginkan,dan dengan "SUNGGUH MENYESAL JADI JAMAAH MANAQIB,,KENAPA TIDAK DARI DULU........." tapi ALLAH menginginkan jalan seperti ini,taqdir saya seperti,dan akan saya ikuti apapun kemauan taqdir.
dan mulai saat itu saya menjadi jemaah manaqib syekh abdul qodir jaelani pimpinan Abah KH Junaedi Albaghdadi dan insya ALLAH dengan izin ALLAH saya akan tetap menjadi jama'ah manaqib selamanya

rasa syukur saya panjatkankan kepada ALLAH SWT atas segala rahmat dan karunianya,teriring salam dan hormat kepada guru dan orang tua saya Abah KH Junaedi al baghdadi.
tidak lupa rasa hormat dan terima kasih serta rasa cinta yang mendalam teruntuk ke dua orang tua saya,dan ibu mertua saya,serta anak dan istri saya semoga kita semua selalu berada dalam lindungan ALLAH SWT.

41 comments:

  1. LUAR BIASA.........

    ReplyDelete
  2. Subhanallah..... Rindu diri ini untuk sama-sama duduk di majlis dzikir Abah KH Junaedi albaghdadi.

    ReplyDelete
  3. terima kasih kunjunganya...untuk saudara jemaah sekalian yang mempunyai blog,atau artikel apapun tentang albaghdadi....ataupun kritik dan saran silahkan kirim email ke wonx23@gmail.com insya Allah akan saya tanggapi...

    luar,....biasaaa.....!

    ReplyDelete
  4. luar biasa kang!!!!! salut dengan anda!!

    ReplyDelete
  5. to : saudaraku Al Baghdadi Lovers,terimakasih....salam kenal...

    ReplyDelete
  6. mas bolg'a bagus :) !!!!
    jadi pengen punya blog kaya gini !!!

    ReplyDelete
  7. ingin jatuh air mata ini baca postingannya kan,,,

    hmmmm tapi itulah yg namanya Hidayah . . . semoga ditambah-tambah pengaruhnya Abah agar bisa mengajak lebih banyak org lagi untuk bercinta dengan Alloh... alfatihah3x

    ReplyDelete
  8. gileeeeeeee.......
    w fikir apa maksud dari blog ini,,,, eh ternyata..... "LUAR BIASA"...........

    chairuljoker@rocketmail.com

    add fb yah.. sekali lagi..
    "LUAR BIASA".....
    hidup jamaah manaqib....
    prok = prok - prok
    luar biasa - luar biasa........

    ReplyDelete
  9. untuk rekan: daun tablo .kom, makasih blognya juga asal namanya juga belajar...

    untuk rekan:world of the music....Amien..memang itu harapan kita semua

    untuk rekan:,chairul anwar ........ Hehee..luar biasa !!insya Allah nanti saya add FB nya..


    untuk semuanya salam kenal,terima kasih kunjunganya...Semoga tambah istiqomah....

    ReplyDelete
  10. aja trlalu mengidolakan seseorang...hanya alloh.swt n muhammad.saw adalah idolaku sepanjang masa!....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuuuuuuulll mbah

      Delete
    2. arulhikmah@yahoo.co.id12 September 2012 06:06

      bukanlah.....allah swt itu tuhan seluruh alam....n rosululloh itu khotaman nabiyyin.... bukan idolaaa.... salah kaleeee....

      Delete
  11. ALLAHHUAKBAR, ALLAHHUAKBR, ALLAHHUAKBAR

    ReplyDelete
  12. yg LUAR BIASA tidak lain dan tidak bukan.
    ALLAH yg telah mencipta kan sesosok insan yaitu....
    baginda NABI MUHAMMAD.SWT.
    selain itu tak ada yg LUAR BIASA
    dan tak ada apa-apa nya.

    ReplyDelete
  13. arulhikmah@yahoo.co.id12 September 2012 06:04

    azzzttttt... nyebellin... w kirain mow ngomong macem2 tentang abbah gw..... tappi... kerrenz.....

    ReplyDelete
  14. luarrrr baisaaa.......... hidup abah... hidup jamaah manaqib...luaaarrrrrrrrrr biaaaaasssaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  15. subkhanallah,,,,
    aQ ingin belajar mencintai dan dicintai,,,,
    aQ ingin belajar mencintai allah,,,,

    ReplyDelete
  16. subkhanallaah,,
    aQ ingin belajar menncintai dan dicintai,,
    aQ ingin belajar mencintai allah,,

    sungguh indahnya nikmatmu ya allah,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak akan bisa mencintai allah klu tidak punya guru ... Carilah guru untuk mengajarkan kita . Hadirilah pengajian pengajian ... Insya allah kita bisa mencintai allah cintailah kekasih kekasihnya.

      Delete
  17. Hebat...yg kadung seneng krn suka bid'ahkan manakib...he..he.. kasihan..deh lu rupanya manakib lovers..terimakasih kang

    ReplyDelete
  18. Tak kenal maka tak sayang..hanya pecknta rosul, shohabat dan para wali..yg akan mengenal cinta..tks kang hidup ahli sunnah waljama'ah.

    ReplyDelete
  19. udah liat video junaedi albhagdadi dimarahi ulama dari banten ga ?
    Yg blum liat buka youtube aja

    ReplyDelete
  20. saya kangen berat sama abah....wawllohi..abah, ini saya mengetik komen sambil nangis kangen sama semua jamaah manaqib salam saya dari jedah saudi arabia abah.......

    ReplyDelete
  21. Al-hamdulillah ilu syukur aa ... Memang allah s.w.t akan s'lalu mnunjukan jlan kpda hambanya ... Mlalui karomah wasilah wali walinya ... Memang itulah yang harus kita lakukan ... Smua bermuara ke lautan ilmu penuh berkah karomah tuan syekh abdul qodir aljailani Qds... Smua bermuara kemanaqibnya.

    ReplyDelete
  22. dulu w jga pernah ikut manakib wktu ABAH istrinya 4...
    tapi sekarang w berhenti n kecewa krna skrg ABAH istrinya lebih dari 4.
    karna w belum nemuin hadis dan dalilnya ornag yg beristri lebih dari 4..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikut gak ngikut gak bkan masalah banyak yang belum anda dan saya ketahui tentang apa 2 yg abah lakukan yang pasti apa yang beliau lakuin ada dasarnya..

      Delete
  23. Semoga kita semua dijauhkan dari kesyrikan karena telah mencintai sesuatu selain Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf pernyataan anda sangat lucu

      Delete
    2. salam kenal sobat, sekali kali ikut dong nanakiban , di jamin ke tagihan

      Delete
    3. insya alloh.pngn sungkem sama romo kyai

      Delete
  24. Sudah lama Ya Allah rasanya saya tidak mengaji dengan Abah..
    Kangen rasanya..
    Rindu..

    ReplyDelete
  25. kangen abah kyai...luar biasaaa... ABAH KYAI... LOVE u poll

    ReplyDelete
  26. LUAR BIASA ,,, .. abah kyai. i love you

    ReplyDelete
  27. love you abah.. luar biasa.... kangen bngt

    ReplyDelete

bagi yang mau berkomentar mohon gunakan bahasa yang sopan...